“Tetra Pak InspirACTion: One Act, One Pack for Our Earth and Society”, adalah kolaborasi bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Jakarta Timur, Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK), dan beberapa pemain industri makanan minuman seperti: PT. Sinar Sosro, PT. Ultra Jaya, dan PT. Indolakto, secara resmi mengumumkan keberhasilan program Tetra Pak InspirACTion yang berhasil mengumpulkan 1 juta kemasan karton bekas minum (used beverage carton/UBC) yang setara dengan 8 ton di sepuluh Sekolah Dasar (SD) dan sepuluh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta. Kemasan karton bekas minum yang telah terkumpul tersebut, kemudian dimanfaatkan menjadi bahan bangunan di 2 perpustakaan baca di Sekolah Kami Bintara Jaya dan Sekolah Alam Matoa Depok, 30 bangku taman, dan 5 shelter di kawasan Banjir Kanal Timur, DKI Jakarta.pemain industri makanan minuman untuk memperluas pemilahan kemasan karton bekas minum. Kegiatan ini melibatkan 500 siswa SD serta SMP di Jakarta dan berhasil menciptakan 2 perpustakaan baca berbahan daur ulang, 30 bangku taman, dan 5 shelter di kawasan Banjir Kanal Timur, DKI Jakarta.

       

Tetra Pak Indonesia dalam kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Jakarta Timur, Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK), serta beberapa pemain industri makanan minuman seperti PT. Sinar Sosro, PT. Ultra Jaya, dan PT. Indolakto.
Michael Wu, selaku Managing Director Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines, and Indonesia, mengatakan bahwa “Kemasan karton menawarkan beragam manfaat dalam praktik ekonomi melingkar bagi masyarakat. Karakteristiknya diperoleh dari sumber daya alam terbarukan dan dikelola secara bertanggung jawab sampai pengumpulan terpilah paska konsumsinya untuk kemudian didaur ulang menjadi bahan baku kertas, papan partisi, dan atap gelombang merupakan bukti nyata bahwa kemasan ini dapat bermanfaat bagi keberlangsungan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Indonesia.” 

melalui program Tetra Pak InspirACTion ini, telah dihasilkan pengumpulan 1 juta kemasan karton bekas minum (used beverage carton/UBC) yang setara dengan 8 ton di sepuluh Sekolah Dasar (SD) dan sepuluh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta. “Kemasan karton bekas minum yang telah terkumpul tersebut, kemudian dimanfaatkan menjadi bahan bangunan di 2 perpustakaan baca di Sekolah Kami Bintara Jaya dan Sekolah Alam Matoa Depok, 30 bangku taman, dan 5 shelter di kawasan Banjir Kanal Timur, DKI Jakarta.”

Menurut Rosa Vivien Ratnawati, SH, MSD, selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Republik Indonesia, kegiatan ini penting untuk terus dilakukan mengingat kemasan karton bekas minum masih memiliki nilai ekonomi bagi ekosistem daur ulang di Indonesia karena sifatnya yang memiliki nilai tambah sehingga mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia. “Langkah ini kami nilai sebagai langkah nyata penerapan Peraturan Menteri LHK Peraturan Presiden No. 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga tentang peta jalan pengurangan sampah oleh produsen sebagai perwujudan tanggung jawab produsen dalam pengelolaan sampah barang dan kemasan yang berasal dari produk yang mereka hasilkan dan sejalan dengan Peraturan Presiden No. 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.” ujarnya. 

Reza Andreanto, Head of Environment Tetra Pak Indonesia juga menjelaskan, “Program keberlanjutan perusahaan dalam komitmen daur ulang telah menjadi bagian dari operasi bisnis kami sejak tahun 2005, bersama BBPK pada waktu itu Tetra Pak telah menjalin kerjasama, dan kemudian berlanjut sampai dengan 5 mitra pengumpul pada saat ini di 7 provinsi dan 2 mitra pendaur. Dua tahun laluSebelumnya, kami juga telah mendirikan perpustakaan berbahan dasar daur ulang di Cirebon dan Kemayoran. Hari ini Tetra Pak InspirACTion kami selenggarakan untuk menjawab kebutuhan edukasi konsumen, kolaborasi bersama pelaku industri makanan minuman dan pembangunan infrastruktur pengumpulan mulai dari calon pemimpin bangsa agar mereka bisa menjadi agen perubahan dan terlibat secara aktif dalam ekosistem daur ulang.” 

Pada tahun 2018 lalu, perusahaan telah berhasil mendaur ulang lebih dari 10,338 ton kemasan karton bekas minum. Pada tahun ini, Tetra Pak Indonesia berhasil berhasil menggandeng mitra pengumpul baru untuk wilayah Jawa Tengah & Yogyakarta, yaitu Bank Sampah Bina Usaha Mandiri, sehingga total telah ada 5 mitra pengumpul yang bertanggung jawab untuk wilayah Bali & Lombok (eEcoBali Recycling), Jawa Timur & Madura (YAPSI), Jawa Barat (Waste4Change) dan Jabodetabek (Armada Kemasan Nusantara). Dengan demikian tingkat daur ulang ditargetkan naik mencapai 30% pada tahun 2020.