Diluncurkan pada 2017, Project STOP merupakan sebuah inisiatif dari Borealis dan SYSTEMIQ yang  merancang, mengimplementasikan, dan mengembangkan solusi ekonomi sirkular untuk mencegah polusi plastik di Asia Tenggara. Bekerja sama dengan berbagai perusahaan, pemerintah setempat, serta kelompok masyarakat, Project STOP mendukung kota-kota mitra dengan bantuan teknis guna mencapai target tidak adanya kebocoran sampah di lingkungan, memperbaiki sistem ekonomi sirkular, menciptakan lapangan kerja baru di bidang pengelolaan sampah, dan mengurangi dampak negatif dari sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap kesehatan masyarakat, pariwisata, dan perikanan. 

 

Nestlé adalah perusahaan makanan dan minuman pertama yang bekerja sama dengan Project STOP. Perusahaan berkomitmen mendukung inisiatif ini dengan memberikan dana sebesar 1,6 juta Swiss Franc, sebagai tambahan dukungan finansial dari para co-founder Borealis, Pemerintahan Norwegia, Borouge, Veolia, dan NOVA Chemicals


Borealis dan SYSTEMIQ, bersama dengan Nestlé dan mitra lainnya serta dukungan positif dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan meluncurkan kemitraan kota tahun lalu. Dengan fokus di kecamatan Lekok dan Nguling, inisiatif ini bertujuan untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dengan biaya rendah yang akan meningkatkan tingkat pengumpulan sampah dan mencegah pencemaran sampah ke laut.


Di 2019, tim Project STOP di Pasuruan telah melakukan penelitian yang mencakup pemetaan sosial, pemetaan infrastruktur daur ulang, serta pemilahan jenis sampah dan tata kelola. Hasil dari penelitian tersebut kemudian digunakan untuk membuat strategi paling tepat dalam menciptakan ekonomi sirkular di wilayah ini.


Bekerja sama dengan para pemuka masyarakat di Pasuruan, Project STOP memberikan pelatihan kepada  masyarakat mengenai pemilahan sampah serta mulai menyiapkan infrastruktur untuk sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Project STOP juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pendapatan tambahan, contohnya melalui penyewaan sepeda motor roda tiga yang dimiliki oleh masyarakat lokal sebagai alat untuk pemungutan sampah yang telah dipilah dari rumah warga. Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga memperkuat komitmennya dengan mengalokasikan dua hektar lahan untuk pembangunan fasilitas TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle) Project STOP. Fasilitas ini akan mengelola pengumpulan dan pemilihan sampah serta proses daur ulang di kecamatan Lekok dan Nguling untuk pertama kalinya.

 

“Nestlé berkomitmen untuk memastikan 100% kemasan kami dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada 2025. Pendekatan kami untuk menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan dan sirkular, berfokus pada tiga pekerjaan utama, yaitu pengembangan kemasan untuk masa depan, membantu menciptakan masa depan bebas sampah, serta mendorong perubahan perilaku dan memberikan pemahaman baru tentang bagaimana kita menggunakan kemasan,” ujar Presiden Direktur Nestlé Indonesia Dharnesh Gordon. “Keterlibatan kami dalam Project STOP mendukung ambisi jangka panjang kami untuk menghentikan kebocoran sampah plastik ke lingkungan di wilayah operasi kami di seluruh dunia, yang salah satunya berada di wilayah Kabupaten Pasuruan.”